Posted by: bryantsimo on: June 16, 2008
NGANJUK- Djoko Suprapto mulai sedikit berani terbuka. Saat sarasehan dengan iringan tembang-tembang karawitan di Padepokan Jodhipati di rumahnya, pria yang mengaku penemu BBM murah, blue energy, ini mulai blakblakan. Namun, dia tetap tak bisa menunjukkan bukti konkret temuannya. Djoko saat itu berusaha memenuhi tantangan warga untuk menunjukkan hasil temuannya itu. Saresehan tersebut memang dihadiri sejumlah warga dan beberapa tokoh masyarakat.
“Kami sadar bahwa semua orang menunggu temuan ini. Tapi terus terang, semua masih saya kerjakan dan belum selesai. Kalau masyarakat ingin tahu, mari kami tunjukkan proses dan hasilnya di rumah,” kata pria asal Sragen, Jateng, ini di tengah-tengah sarasehan.
Akhirnya, di ujung sarasehan tiga perwakilan masyarakat diajak masuk ke dalam rumah Djoko. Kepada mereka akan ditunjukkan proses di sebuah laboratorium lengkap dengan hasil temuan. Mereka adalah Sumardi (anggota dewan), Sugiono (guru kimia SMAN 1 Nganjuk), dan Sulaiman (ahli kimia lokal yang juga dosen dan dikenal sebagai orang dekat Djoko). Ikut masuk juga wakil wartawan, Dwijo Maksum.
Tetapi apa yang terjadi? Setelah meminta empat orang itu masuk rumah, Djoko tampak panik saat hendak menutup pintu. Menurut penuturan Dwijo, Djoko berhenti sesaat. Mereka diminta tetap berada di ruang tamu, sedangkan Djoko masuk ruang dalam.
Ternyata bukan hasil temuan yang ditunjukkan Djoko, melainkan lembaran kertas setebal 25 halaman. “Djoko selama ini hanya mampu menjelaskan secara tekstual. Ketika kami masuk, tidak ada itu lab atau hasil temuannya,” Dwijo menegaskan.
Saat hal itu dikonfirmasi ke Djoko, dia mengakui tidak ada laboratorium di rumahnya, melainkan hanya ada unit peralatan yang ketika dimasukkan air akan berproses dan menghasilkan bahan bakar. “Kami bukan memproduksi tapi masih sebatas penelitian. Kalau strukturnya kurang, ya kami perbaiki lagi,” kilah Djoko.
Dia mengatakan, sejauh ini tidak ada bantuan dana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas temuannya itu meski marak beredar kabar staf khusus SBY, Heru Lelono, mengajak Djoko bekerja sama mengembangkan blue energy. “Ada penyokong dana, tapi bukan pemerintah,” katanya.
Menurut dia, dana itu dari sejumlah pribadi alias perorangan. “Sebaiknya biar saya bekerja dulu. Kalau tiba saatnya nanti, semua akan terbuka,” ujar Djoko, yang tidak mau memastikan kapan hasil temuannya akan ditunjukkan kepada publik. k2.
Comments