Posted by: bryantsimo on: June 6, 2008
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan saat ini diperlukan tindakan yang nyata untuk menyelamatkan lingkungan karena kualitas lingkungan yang semakin menurun ditandai dengan pemanasan global dan perubahan iklim.
Berbicara di Istana Negara Jakarta, Kamis (5/6), dalam peringatan hari lingkungan hidup nasional 2008, Presiden menjelaskan semua pihak agar tidak lagi menunggu untuk berbuat dalam penyelamatkan lingkungan.
“Perubahan iklim dan pemanasan global itu nyata, mari kita berhenti mendebatkan hal itu, mari bertindak nyata,” tegas Kepala Negara yang dalam acara itu didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Langkah nyata yang dimaksud oleh Presiden adalah menyelamatkan hutan dan lahan dengan menanam pohon secara terus menerus khususnya pohon kelapa dan pohon sukun.
“Pesan saya bagi Menteri Kehutanan, tolong tanam pohon kelapa dan pohon sukun. Pohon sukun dapat menyimpan air. Dengan langkah itu Insya Allah banjir tidak akan terjadi,” kata Kepala Negara.
Langkah nyata yang kedua adalah penghematan energi di segala bidang, selain akan bermanfaat bagi lingkungan juga akan bermanfaat bagi penghematan secara ekonomi.
“Langkah yang ketiga adalah bersihkan saluran air. Bila saluran air bersih, pasti lingkungan di situ sehat. Selain itu juga tidak mudah terjadi banjir,” tegasnya.
Kepala Negara juga mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk menggelorakan gerakan hidup sehat, bersih dan indah.
“Bila lingkungan kita bersih, tertib dan teratur maka akan memberikan pengaruh pada jiwa kita,” kata Yudhoyono.
Presiden mengingatkan kepada para pimpinan di daerah, kualitas lingkungan hidup merupakan salah satu indikator keberhasilan pimpinan daerah.
“Jadilah kepala daerah yang peduli dan sayang pada lingkungan. Itu cerminan pemimpin yang baik,” tegasnya.
Dalam acara itu, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Menteri Kehutanan MS Kaban menerima sertifikat sebagai pemimpin global terkait inisiatifnya dalam program penanaman pohon.
Faktor Penentu Pelestarian Alam
Pada bagian lain sambutannya, Presiden menyatakan ada empat faktor yang memberikan pengaruh terhadap pelestarian alam.
Faktor yang pertama, menurut Yudhoyono adalah harus adanya kebijakan pemerintah yang tepat baik dalam skala lokal maupun nasional di bidang lingkungan.
“Jangan lunak terhadap aspek lingkungan. Capai dengan sasaran yang tepat,” tegas Presiden.
Faktor yang kedua adalah pendidikan yaitu sejak dini menanamkan pemahaman tentang bagaimana memelihara dan bersikap terhadap lingkungan.
Presiden juga memandang faktor perilaku dan gaya hidup sangat penting bagi pelestarian alam, karena itu mulai saat ini harus semakin dikembangkan sikap hidup yang mendukung pada kelestarian alam.
Demikian juga dengan teknologi, Presiden mengharapkan teknologi yang ada hendaknya dikembangkan dengan paradigma ramah lingkungan.
Penghargaan Kalpataru 2008 oleh Presiden diserahkan pada sembilan orang dari berbagai provinsi dan tiga lembaga swadaya masyarakat.
Kalpataru dibagi ke dalam empat kategori masing-masing perintis lingkungan, pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan dan pembina lingkungan.
Untuk kategori perintis lingkungan, Kalpataru diserahkan pada Cukup Rudiyanto dari Indramayu Jawa Barat, Sriyatun dari Surabaya Jawa Timur, Abu Wenna dari Wajo, Sulawesi Selatan, Theresia Mia Tobi dari Flores, Timur Nusa Tenggara Timur dan Abbas H Usman dari Indragiri Hilir, Riau.
Kategori pengabdi lingkungan, Kalpataru diberikan pada Jadjit Bustami dari Bondowoso Jawa Timur, Lalu Selamat dari Dompu, Nusa Tenggara Timur dan Muthalib Ahmad dari Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam.
Kategori Penyelamat Lingkungan Masyarakat dari Desa Pekraman Buahan, Bangli Provinsi Bali, kelompok tani Argo Mulyo dari Madiun, Jawa Timur dan LSM Bahtera Melayu dari Bengkalis Provinsi Riau.
Sedangkan kategori Pembina Lingkungan diberikan pada Angerius Takalapeta dari Alor Nusa Tenggara Timur.
Selain penghargaan Kalpataru, dalam peringatan hari lingkungan hidup 2008 juga diberikan penghargaan Adipura.
Untuk kategori kota Metropolitan diberikan pada Palembang, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Surabaya, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Kategori kota besar diberikan pada Pekanbaru, Padang dan Batam.
Untuk kategori kota sedang ada 28 kota yang menerima penghargaan Adipura dan kategori kota kecil terdapat 57 kota.
Lambang Kepemimpinan
Dalam kesempatan itu Presiden juga mengungkapkan bahwa Piala Adipura merupakan salah satu lambang adanya kepemimpinan yang baik bagi kepala daerah penerimanya. Untuk itu, prestasi yang diraih hendaknya dapat mendorong semangat kepala daerah bersama aparat dan masyarakatnya.
Pada acara itu Presiden didampingi Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono dan Menteri Lingkungan Hidup Ir Rahmad Witoelar menganugerahkan piala Adipura Tahun 2007/2008 untuk Kota Stabat kepada Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE bersama kepada daerah penerima Adipura lainnya termasuk Walikota Pematang Siantar, Walikota Tanjung Balai dan Walikota Sibolga.
Bupati Langkat Syamsul Arifin melalui Kabag Humas Iskandarsyah dari Jakarta menyampaikan salam takzim dan terimakasih kepada masyarakat Langkat, khususnya Kota Stabat dan juga aparatur pemerintahan Langkat yang dapat mempertahankan, bahkan meningkatkan kebersihan lingkungan dan keteduhan sehingga Stabat dalam kategori kota kecil mampu meraih Piala Adipura untuk yang kedua kalinya.
“Perolehan piala Adipura tahun 2007/2008 merupakan kenangan tersendiri bagi Bapak H Syamsul Arifin pada penghujung masa tugasnya sebagai Bupati Langkat karena dia akan dilantik menjadi Gubsu pada Senin 16 Juni 2008,” sebut Iskandarsyah.
Iskandarsyah menambahkan, Bupati Langkat Syamsul Arifin secara khusus menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada jajaran pasukan kuning (petugas kebersihan) berserta instansi terkait yang telah menunjukan kinerjanya yang baik. Sehingga menjadi kontribusi dalam memperoleh penilaian yang tinggi.
Kadis Pertamanan dan kebersihan Langkat Warisan Sanjaya menerangkan, obyek yang dinilai tim khusus Adipura meliputi lingkungan pemukiman, sekolah, jalan, drainase, sungai serta rutinitas pengelolaan dan pemanfaatan sampah.
“Perolehan Adipura mengartikan bahwa Bupati Langkat Syamsul Arifin telah melaksanakan kepemimpinannya yang baik sebagaimana makna dari pidato Presiden pada peringatan hari lingkungan hidup se dunia ini,”ujarnya.
Iskandar dan Warisan menyebutkan, agenda selanjutnya, Bupati Langkat Syamsul Arifin didampingi staf mengikuti ceramah Lingkungan Hidup oleh Menteri Lingkungan Hidup Ir Rahmad Witoelar di Hotel Crowne Jakarta, Kamis (5/6) malam.(analisa)
Comments